24hnewspaper.net – Thailand dan Kamboja ketegangan perbatasan kembali mencuat setelah beberapa insiden di wilayah perbatasan yang sensitif. Untuk meredam situasi, kedua negara mengadakan pertemuan bilateral pada Jumat, 13 Juni 2025, di kota perbatasan Aranyaprathet, Thailand.
Upaya Redam Ketegangan Thailand dan Kamboja
Pertemuan tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi dari kementerian luar negeri kedua negara. Fokus pembahasan adalah insiden militer dan sengketa klaim wilayah, termasuk patroli bersenjata dan pembangunan infrastruktur di area yang belum disepakati.
Pemerintah Thailand menekankan pentingnya dialog damai dan menghargai prinsip non-intervensi, sementara delegasi Kamboja meminta penghentian aktivitas militer di zona yang diperselisihkan.
Langkah Diplomatik dan Solusi Bersama Thailand danKamboja
Kedua belah pihak sepakat membentuk tim gabungan untuk menyelidiki insiden perbatasan terbaru. Selain itu, mekanisme hotline militer lintas negara akan diaktifkan kembali guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Thailand danKamboja juga menyatakan komitmen untuk melibatkan ASEAN sebagai mediator netral apabila situasi memburuk.
Pertemuan Diplomatik untuk Perdamaian
Pertemuan ini dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Thailand dan Kamboja, serta pejabat tinggi militer. Keduanya sepakat untuk:
- Meningkatkan komunikasi lintas militer melalui hotline bersama
- Mengaktifkan kembali forum perbatasan bilateral yang sempat vakum
- Menugaskan tim gabungan untuk menyelidiki pelanggaran wilayah
Masing-masing negara juga berkomitmen menghindari tindakan provokatif hingga sengketa dapat diselesaikan secara diplomatik.
Harapan untuk Stabilitas Kawasan
Meskipun ketegangan masih ada, langkah diplomatik ini dinilai sebagai sinyal positif. Para analis regional berharap pertemuan lanjutan dapat menghasilkan resolusi jangka panjang untuk menghindari konflik bersenjata di masa depan
